"Kerusuhan" Startup -Badai PHK!

"Kerusuhan" Startup -Badai PHK!

Dekat ini, mungkin Anda juga mengetahui berbagai macam kabar mengenai badai yang sedang melanda berbagai macam perusahaan, baik di tingkat Internasional maupun Indonesia. Tak terkecuali dengan Startup yang terus menerus heboh di jagat media mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalihnya demi stabilitas dan efisiensi perusahaan di tengah ketidakpastian situasi yang mengguncang dunia, mulai dari perang Rusia-Ukraina yang tidak kunjung usai, hingga isu resesi global yang akan terjadi di tahun 2023.

Lalu, bagaimana dengan situasi Startup? Yang mana hanya bergantung kepada keperkasaan para investor demi menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dari perusahaan.

Oke, disini kita tidak akan berfokus dengan jumlah talent yang terdampak dengan adanya PHK ini. Anda mungkin sudah meringis miris melihat situasi yang ada. Tetapi, kita akan bahas dari sisi penyebab permasalahan ini.

Bersumber dari pendapat Prof. Rhenald Kasali, beliau mengatakan bahwa dalih "efisiensi dan stabilisasi" perusahaan hanya akal-akalan saja. Sebab, kalau mau fair, apakah mereka -si pemilik dan CEO Startup itu, pernah membedah ulang strategi bisnis yang digunakan? Sudah mengaudit ulang performa dan keuangan perusahaan?

Bahkan, Raymond Chin dalam kanal Youtube-nya mengakui bahwa Startup yang dibangunnya juga menlakukan efisiensi perusahaan dengan memberlakukan layoff karena kesalahannya sendiri. Ia menjelaskan bahwa pendapat Prof. Rhenald Kasali itu benar adanya. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah, ketika pasca pandemi Covid-19, uang itu menjadi murah, sehingga banyak investor yang kelimpungan untuk mendistribusikan kekayaan yang dimilikinya, dikarenakan uang yang dianggap murah (cheap capital/money).

Dengan adanya suntikan dana gila-gilaan, maka banyak perusahaan, termasuk Startup, mencari peruntungan dengan mencari talent sebanyak-banyaknya, sehingga inilah yang menjadi bom waktunya.

Di saat isu resesi global 2023 merebak, barulah banyak investor yang termakan isu ini, sehingga mereka memutuskan untuk menarik pundi-pundinya untuk dialihkan kepada instrumen investasi yang lebih aman, likuid, dan minim risiko. Inilah yang menjadi masalah! Mau tidak mau, banyak perusahaan "terpaksa" untuk memberhentikan sejumlah karyawannya dengan dalih stabilitas dan efisiensi.

Jika mau lebih jauh meninjau isu resesi 2023, Ferry Irwandi dalam kanal Youtube-nya menjelaskan bahwa isu tersebut terlalu dibesar-besarkan, sehingga mengakibatkan banyak kalangan panik, bukan hanya dari kalangan masyarakat umum, bahkan para kapitalis juga kemakan isu ini. Ia menjelaskan bahwa animal spirit inilah yang menjadi roda penggerak banyak orang untuk cenderung untuk menggunakan insting hewaninya untuk menyelamatkan diri. Pokoknya yang penting aman, walaupun kabarnya belum jelas.

Maka dari itu, jika kita mau mengedepankan sikap arif kita terhadap situasi ini, tentu kita perlu berhati-hati dalam menyikapinya. Sebab, jangan-jangan, "kerusuhan" ini, hanya disebabkan oleh para pelaku bisnis karena adanya kesalahan manajemen (mismanagement) yang sulit diakui?


Sources:

Youtube - Raymond Chin

Youtube - Ferry Irwandi

Instagram - Rhenald Kasali

Pixabay - Mohamed Hassan